7 Jenis Tipe Traveler, Anda Termasuk yang Mana?

Suara.com – Menjadi seorang traveler atau backpacker memang sangat menyenangkan, menjadi pelancong ke daerah atau negara-negara lain, pastinya kita akan mendapatkan banyak pengetahuan dan tentunya momen travelling super indah ketika mengunjungi destinasi wisata tersebut.

Mengutip Singapore Tourism Board, SIngapura terus menghidupkan Brand Passion Made Possible dengan menampilkan masyarakat, talenta, dan kisah-kisah Singapura untuk menghidupkan destinasi wisata mereka. 

Melalui Brand Passion Made Possible, STB akan menjangkau lebih banyak konsumen untuk mewujudkan passion dan minat mereka di Sungapura. 

Berikut ini jenis-jenis traveler yang patut Anda ketahui dan tipe yang manakah Anda?

Foodies

Tipe wisatawan yang memiliki passion di dunia kuliner. Mereka, selalu antusias terhadap makanan, memasak, bersantap, dan ingin mencoba berbagai rasa dengan cara baru.

Collectors

Bagi wisatawan yang senang belanja dan mengumpulkan barang-barang, mereka bisa menunjukkan kepribadian mereka yang unik atau berburu barang koleksi.

Explorers

Ini untuk para wisatawan yang senang menjelajah dan menemukan ruang. Sehingga memungkinkan mereka untuk membuat cerita baru.

Progressors

Tipe wisatawan bisnis yang ingin menjalin koneksi, berkolaborasi, dan berinovasi.

Culture Shapers

Senang membenamkan diri mereka dalam seni dan kebudayaan untuk mendapatkan perspektif baru.

Actions Seekers

Senang memburu aksi dan keseruan, selalu mengejar hal-hal yang memicu adrenaline.

Socialisers

Menikmati dunia malam dan hiburan dan bagaimana music memungkinkan mereka untuk memadukan pengalaman ini.

Masyarakat Jawa Barat Sambut Positif Wisata Danau Toba

Suara.com – Provinsi Jawa Barat sangat menyambut positif atas promosi Danau Toba yang promosinya  dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Bandung. Saat ini masyarakat Jabar sudah menempatkan pariwisata sebagai kebutuhan hidup dan masuk ke dalam rencana dalam kehidupan berkeluarga.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Ida Hernida, dalam “Seminar Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Terpadu Danau Toba”, di Trans Grand Balroom 1 The Trans Luxury Hotel, Bandung, 9 November 2018.
Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara dari kegiatan Sales Mission Danau Toba, yang berlangsung 9 – 11 November.

“Sudah tepat Kemenpar merayu dan menggoda masyarakat Jawa Barat untuk ke Danau Toba, karena memang pariwisata sudah menjadi kebutuhan bagi kami. Apalagi Danau Toba destinasi wisata yang sangat bagus dan cocok bagi Jawa Barat,” ujarnya, dalam sambutannya.

Para sellers asal Danau Toba bertemu dengan para buyers melakukan transaksi B to B dengan 15 tour travel Danau Toba, 15 Hotel dari Danau Toba bertemu dengan 80 buyers asal Jawa Barat.

“Selamat melakukan transaksi. Jangan lupa, mari saling rayu dan berkunjung. Silakan masyarakat kami ke Danau Toba, tapi jangan lupa industri Danau Toba untuk datang juga ke Jawa Barat,” ajak Ida.

Dalam seminar tersebut, hadir nara sumber-nara sumber kompeten. Acara dibuka langsung oleh Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, Kemenpar Masruroh.

Beberapa narasumber yang diundang hadir dalam acara seminar ini antara lain, akademisi STP Bandung sekaligus Dirjen Pemasaran dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Seni dan Pariwisata, Thamrin Bhiwana Bachri, Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo, Ketua Asita Sumatera Utara, Sholahuddin Nasution, serta General Manager Garuda Indonesia Branch Bandung, Erina Damayanti.

Seminar ini dimoderatori oleh Akademisi STP Bandung, Andar Danova Goeltom.

“Terima kasih atas kehadiran semua pihak yang terkait. Semoga dengan promosi ini mampu terus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” ujar Masruroh.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengapresiasi seminar yang melibatkan banyak pihak ini. Kata Menpar, “Inilah yang disebut pemasaran Zaman Now! Ada unsur Akademisi, Bisnis, Government, hingga media dilibatkan untuk jualan Danau Toba.”

“Saya menyebutnya dengan konsep Pentahelix, yang mencakup, academician, business, government, community, media. Seluruh unsur Pentahelix bahu-membahu dan bergotong-royong untuk memperjuangkan pariwisata Indonesia, termasuk Danau Toba, melalui sinergi Indonesia Incorporated. Kita akan mampu menciptakan 3S-3B, yaitu Size Getting Bigger, Scope getting Broader, dan Skill Getting Better. Melalui Indonesia Incorporated kita akan ‘Bigger-Broader-Better together’,” ujarnya.

Menpar minta semua harus dijalankan dengan cepat. Seluruh unsur didorong untuk bergerak cepat, agresif, menciptakan quick wins dengan cara-cara cerdas.

Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo, menambahkan saat ini, pemerintah ngebut membangun akses ke Toba. Tol Medan-Kuala Namu (KNO)-Tebing Tinggi dibangun. Hasilnya? Waktu tempuh 5 jam, dipangkas menjadi 3 jam lebih sedikit.

Bandara di Silangit pun dibuat makin kece. Landasan pacu yang semula berukuran 2.650 m dibuat menjadi 3.000 m. Ada ruang kesehatan, karantina.

Selain itu, Bandara di Silangit juga dipersiapkan menjadi Smart Airport, yang dilengkapi dengan Vending Machine Taxi, Digital Information Bus, Live Smart Baggage, Digital Toilet Survey, dan lainnya.

Amenitasnya? Sudah sangat lengkap. Ada homestay, hotel melati sampai bintang 4 ada di sana. Sejumlah spot menarik di Danau Toba juga akan dibalut dengan nomadic tourism. Nantinya, akan ada karavan, glamping (glamourous camping), dan homepod di sana.

“ Toba menyimpan sejuta pesona. Yang belum punya planning liburan akhir tahun nanti, ayo ke Toba. Silakan eksplor nature, culture dan kulinernya yang sangat oke dan sangat lengkap. Kami siap menyambut industri dan berkoordinasi untuk semua yang berkaitan dengan akses, amenitas dan atraksi,” kata Arie.

Danau Toba  sudah world class. Tidak hanya nature dan culture, peninggalan sejarahnya juga kaya. Aktivitasnya banyak. Bisa sepedaan keliling Samosir, water sport, tari daerah, rafting, rumah adat, semua ada di sana.

“Silakan berkunjung ke Danau Toba. Anda tidak akan kecewa,”kata Arie.

Wonderful Sail Indonesia 2018 akan Membuat Bintan Makin Mendunia

Suara.com – Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata, menilai, menggiring Wonderful Sail Indonesia ke Sail to Bintan 2018 merupakan cara yang cerdas. Bukan hanya bermanfaat untuk jumlah kedatangan wisman, namun juga bisa mem-branding destinasi Bintan ke mata internasional melalui para yatcher dunia.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari, Asep Djembar Muhammad. Menurutnya, sesuai dengan arahan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, selain terus menggenjot 10 destinasi prioritas, semua elemen di Kemenpar juga harus memikirkan tiga pintu masuk utama wisatawan, yaitu Jakarta, Batam dan Bintan, serta Bali.

“Ini memang jumlahnya sedikit, tidak sampai ratusan, tapi para yachter ini punya komunitas dunia. Orangnya itu-itu saja, tapi komunitasnya besar. Mereka semua berangkat dari Darwin, Australia. Biar mereka semua memviralkan kegiatannya dan mengetahui bahwa Bintan punya destinasi yang indah dan luar biasa,” katanya, ketika ditemui saat meninjau acara tersebut di Bintan, Selasa (6/11/2018).

Cara cerdas juga dilakukan oleh Dinas Pariwisata Bintan, berkolaborasi dengan industri, serta Kemenpar. Pada 6 November, puluhan  yachter bersandar di Marina Bintan Resort, Marina Bantan Belani, Bintan. Di tanggal tersebut, semua peserta diajak mengunjungi keindahan Lagoi Bay, mengunjungi Bazaar, Rumah Imaji, dan menikmati keindahan Lagoi Bay yang menawan.

“Saat gala dinner, saya mengucapkan selamat datang kepada semua peserta. Saya berharap, mereka mengabarkan hal indah ini ke seluruh yachter dunia, sehingga Bintan juga semakin mendunia, dan kita semua bisa bertemu kembali di Wonderful Sail to Indonesia di tahun-tahun mendatang,” kata lelaki asli Bandung ini.

Frank-Ulrih, yachter asal Jerman, yang juga leader dari peserta Wonderful Sail to Indonesia di Tanjungpinang dan Bintan, mengatakan telah menantikan keikutsertaanya di Wonderful Sail to Indonesia sejak tahun lalu. Ia sangat tertarik dengan kegiatan berlayar mengunjungi berbagai pulau di Indonesia.

Indonesia, dikatakannya merupakan negara yang menarik. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak pulau dan perairan yang sangat menarik untuk disinggahi para pelayar.

Keindahan bawah laut, budaya dan potensi wisata lainnya, membuat ia sangat tertarik mengikuti Wonderful Sail to Indonesia.

“Apa yang menjadi ekspektasi saya, 100 persen benar apa adanya,” ujar Frank.

Wonderful Sail to Indonesia adalah reli wisata layar yang berlangsung selama lima bulan, yaitu Juni hingga November 2018, melintasi 7 ribu km perairan Nusantara. Para pelayar masuk melalui entry port debut di Kabupaten Maluku Tenggara dan exit port di Bintan, Kepulauan Riau.

Selama perjalanan itu, para peserta singgah di 53 destinasi di wilayah perairan Indonesia. Tanjungpinang adalah destinasi terakhir, sebelum akhirnya para peserta masuk ke Bintan.

“Dari seluruh perjalanan kami, terlalu banyak undangan untuk acara seremonial. Tapi ternyata, semua itu adalah hal yang menyenangkan. Kami tidak akan melupakannya, karena semuanya sangat menarik bagi kami,” ujar Frank.

Frank, yang berlayar bersama istrinya, Dorsi, mengatakan, selama perjalannya mengarungi perairan Indonesia, ia melihat kayanya budaya yang dimiliki Indonesia. Ia juga melihat dan merasakan langsung ramah dan hangatnya sambutan masyarakat Indonesia.

“Kami datang dari budaya dan agama yang berbeda, tapi di sini kami jadi mengerti budaya kalian. Indonesia adalah destinasi wisata yang sangat baik,” kata dia.

Frank bahkan tidak ragu untuk menyebut bahwa Indonesia adalah laiknya Surga bagi wisatawan.

Indonesia is heaven for us,” ujar Frank

Sehari sebelumnya, puluhan peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 juga digoda keindahan Indonesia lainnya. Mereka terpesona dengan keindahan alam dan budaya di Kota Tanjungpinang, yaitu di Pulau Penyengat.

Mereka menikmati berbagai sajian, mulai dari kuliner, keindahan arsitektur Melayu, serta sejarah kerajaan Melayu yang banyak tersimpan di Pulau Penyengat. Tidak ketinggalan, keindahan Masjid Sultan Riau, atau yang juga dikenal dengan Masjid Pulau Penyengat.

Konon, masjid yang dominan dengan warna kuning itu dibuat dengan menggunakan putih telur sebagai perekat bangunan.

Puluhan kapal yacht dari berbagai negara yang membawa 40 wisatawan mancanegara memasuki wilayah perairan Tanjungpinang sejak Sabtu (3/11/2018) malam. Mereka melempar jangkar di dekat Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Selain beristirahat, mereka juga memanfaatkan waktu turun ke darat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti logistik hingga kebutuhan kapal.

Pada Minggu (4/11/2018), peserta diajak menelusuri berbagai destinasi di Kota Tanjungpinang dalam tur yang disiapkan Pemerintah Kota Tanjungpinang, yang didukung Kementerian Pariwisata.  Sekitar pukul 09.00 WIB, para wisatawan peserta Wonderful Sail to Indonesia berkumpul di dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Dengan menggunakan tiga pompong (perahu kayu bermesin tempel), para peserta berangkat ke Pulau Penyengat melalui dermaga Balai Adat Pulau Penyengat.

Sesampainya di sana, mereka disambut Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, bersama Plt Kadisbudpar Kota Tanjungpinang, Raja Kholidin, dan jajaran terkait. Mereka berjalan menyusuri Balai Adat Penyengat (replika rumah adat Melayu) sebagai tujuan pertama.

Di bangunan dengan arsitektur Melayu yang jadi tempat atau balai pertemuan warga ini, para wisatawan disambut dengan Tari Gazal.

Mereka juga dikenakan Tanjak (ikat kepala), yang jadi lambang kewibawaan masyarakat Melayu, dan syal yang diberikan langsung wali kota dan jajaran terkait.

“It’s so beautiful,” ujar salah seorang peserta,  saat melihat kemegahan Balai Adat Penyengat.

Ketika memasuki bangunan, para peserta semakin terpesona dengan meriahnya warna kuning, merah dan hijau yang menjadi ciri keindahan budaya Melayu. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga dengan seksama melihat baju khas Melayu yang dipajang di dalam balai adat.

Sebagian dari mereka juga dengan serius membaca cerita sejarah atau sekelumit informasi tentang Pulau Penyengat, sebelum kemudian para peserta diajak duduk bersama, menikmati makanan khas dengan suguhan tarian dan musik melayu.

Peserta kemudian berkeliling ke berbagai tempat di Pulau Penyengat, seperti Makam Raja Abul Rahman, Istana Kantor Raja Ali, Makam Engku Putri, Makam Raja Ali Haji, dan terakhir Masjid Pulau Penyengat.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Luki Zainal Prawira, menjelaskan, Wonderful to Sail Bintan 2018 ini dihadiri Sail Indonesia, Wonderful sail 2 Indonesia, Sail Bintan dari Singapura. Luki juga gembira menyambut kehadiran wisatawan mancanegera peserta Wonderful Sail to Bintan 2018.

Mereka berasal dari banyak negara, seperti Australia, Amerika, Swiss, Prancis, Selandia Baru, Jerman dan lainnya.

“Pemerintah daerah menyambut baik para wisatawan ke Bintan. Para wisatawan diharapkan dapat menikmati kekayaan alam yang kami miliki. Tentu kami sangat berharap, kehadiran para wisatawan kembali ke Bintan,” ujarnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata, Masruroh, mengatakan, Kemenpar mendukung acara ini sebagai bagian dari promosi pariwisata dalam upaya mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan Nusantara pada 2018.

Menurutnya, kehadiran para yachter dunia ini akan menjadi sarana promosi yang efektif bagi pariwisata Bintan. Mereka diharapkan bisa meneruskan informasi dan promosi akan keindahan Bintan kepada rekan-rekan mereka.

“Selain tentunya akan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat dari uang yang dibelanjakan di Bintan, mulai dari kebutuhan mereka di atas kapal dan banyak hal lainnya, seperti suvenir dan lainnya,” kata Masruroh.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyambut baik terselenggaranya Wonderful Sail to Indonesia, dimana salah satunya singgah di Kota Bintan. Menurutnya, Bintan merupakan daerah strategis yang dapat menjadi pintu masuk bagi para yachter internasional.

Dukungan dan kerja sama yang baik dari masyarakat, tentunya akan membuat mereka merasa nyaman dan memilih Bintan sebagai lokasi mereka singgah ke depannya.

“Bangun hospitality yang bagus. Buatlah agar wisman tidak melupakan destinasi kita dan terus ingin kembali berwisata ke negara kita,” katanya.

Begini Cara Selandia Baru Ajak Wisatawan Rawat Lingkungan

Suara.com – Industri pariwisata Selandia Baru baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif yang mengundang para wisatawan untuk ikut merawat alam Selandia Baru dengan cara yang unik.  

Bertemakan ‘Tiaki – Peduli New Zealand’, industri pariwisata Selandia Baru memperkenalkan Tiaki Promise yang secara aktif mengajak semua wisatawan untuk menikmati Selandia Baru dengan aman, melindungi lingkungan, menghormati budaya, dan menjaga Selandia Baru untuk generasi masa depan.

Tiaki diambil dari bahasa asli Selandia Baru Te Reo Mori yang memiliki arti peduli terhadap orang dan tempat. Tiaki Promise merupakan undangan kepada para wisatawan untuk merawat Selandia Baru bersama para Kiwi (sebutan untuk masyarakat Selandia Baru).

Chief Executive Tourism New Zealand, Stephen England-Hall mengatakan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk merawat Selandia Baru dan Tiaki Promise menggambarkan hubungan antara masyarakat Selandia Baru dengan tempat tinggal mereka.

“Selandia Baru terkenal akan sambutannya yang hangat kepada para pendatang. Atas dasar itu, kami mengundang seluruh dunia untuk bergabung bersama kami melalui Tiaki promise, sehingga rumah kami dapat terus dinikmati oleh generasi Kiwi dan wisatawan berikutnya,” ungkap Stephen melalui siaran media yang diterima Suara.com.

Ia menambahkan, iInisiatif ini dapat mengingatkan orang-orang untuk bepergian secara bertanggung jawab saat menikmati New Zealand, termasuk membuang sampah pada tempatnya, mengemudi dengan aman, serta menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap sesama,” kata Steven.

Wisatawan yang berkunjung ke Selandia Baru akan belajar mengenai Tiaki Promise sebelum tiba dan saat bepergian Selandia Baru. Mereka juga dapat memberikan dukungan di media sosial dengan menggunakan #tiakipromise.

Tiaki Promise memiliki fondasi yang kuat dan bermakna dalam budaya dan tradisi suku Mori, di mana mereka percaya bahwa semua hal saling berhubungan; manusia dan tanah adalah satu.

Sebagai anak dari Papatnuku (Ibu Pertiwi), Mori percaya bahwa mereka memiliki kewajiban untuk merawat Ranginui (Ayah Langit) dan semua anak-anak mereka. Dengan adanya hubungan yang mendalam ini, timbul rasa hormat, timbal-balik, dan keyakinan bahwa jika Anda merawat bumi, bumi akan merawat Anda. Meskipun berasal dari tradisi Mori, konsep ini telah menjadi bagian dari budaya Selandia Baru sebagai sebuah bangsa yang disebut ‘kaitiakitanga’.

Simbol Tiaki Promise mencerminkan empat elemen yang membentuk lingkungan New Zealand: Ranginui adalah Ayah Langit, Tne Mahuta adalah Hutan, Papatnuku adalah Ibu Pertiwi, dan Tangaroa menggambarkan lautan, sungai, dan danau.

‘Tiaki –  Peduli New Zealand’ adalah kolaborasi tujuh organisasi utama di sektor publik dan swasta industri pariwisata New Zealand: Air New Zealand, Tourism New Zealand, Departemen Konservasi, Pemerintah Daerah New Zealand, New Zealand Mori Tourism, Tourism Holdings Ltd, dan Tourism Industry Aotearoa.

Mewakili tujuh organisasi yang berpartisipasi, Menteri Pariwisata Hon. Kelvin Davismengumumkan inisiatif ini di Wellington pada tanggal 1 November 2018.

Chief Executive Officer Air New Zealand Christopher Luxon mengatakan bahwa ‘Tiaki – Peduli New Zealand’ adalah tentang kepedulian terhadap orang dan alam. Selain meminta dukungan dari para wisatawan untuk peduli terhadap lingkungan, kami juga berharap mereka bisa mendapat pengalaman bepergian di Selandia Baru yang  aman dan tak terlupakan.

“Wisatawan internasional selalu berkomentar mengenai pemandangan alam kami yang menakjubkan, namun sebetulnya yang membuat pengalaman liburan mereka menjadi istimewa adalah interaksi dengan orang-orang Selandia Baru. Tiaki Promise adalah cara kami berbagi tentang budaya dan hal-hal yang kami anggap penting agar para wisatawan bisa memiliki pemahaman dan pengalaman yang lebih mendalam tentang Selandia Baru,” katanya.

Angel Karamoy Putus? Nih Cara Cepat Move On Menurut Penelitian

Angel Karamoy dan Jose Purnomo diketahui sudah saling terbuka akan hubungan mereka, hal itu dibuktikan kala mereka menunjukkan foto-foto mesra mereka di media sosial. Akan tetapi, hubungan Angel dan Jose tampaknya sedang dirundung masalah

Angel Karamoy menunjukkan tanda-tanda telah berpisah melalui Instagram Story-nya.

Angel Karamoy dan Jose Poernomo putus? [instagram/realangelkaramoy]Angel Karamoy dan Jose Poernomo putus? [instagram/realangelkaramoy]

Dengan latar belakang hitam polos, Angel Karamoy menulis sebuah kalimat penuh tanya, “it’s over (ini sudah berakhir).”

Yang pasti, potret kemesraannya dengan Jose Poernomo raib dari laman utama Instagram Angel Karamoy.

Berbeda dengan Angel Karamoy, foto kenangan itu masih terpampang rapi di Instagram Jose Poernomo.

Ungkapan Angel Karamoy di Instagram Story-nya tentu menjadi teka-teki dan langsung mengundang spekulasi. Apakah hubungan yang baru seumur jagung itu memang telah kandas di tengah jalan?

Mengutip Independent, baru-baru ada sebuah penelitian untuk menemukan cara cepat move on dari mantan dari putus cinta pun dilakukan oleh ilmuwan.

Menurut penelitian, salah satu cara terbaik untuk mengatasi rasa sakit setelah putus cinta adalah dengan sering memikirkannya?

Waduh, kok begitu ya?

Meski terdengar sangat kontradiktif, tapi cara ini malah memiliki efek penyembuhan dan membuat perasaan jauh lebih tenang dengan cepat. Melalui penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological and Personality Science, seseorang yang bicara berulang-ulang dan mengekspresikan perasaan mereka setelah putus cinta, benar-benar membuat perasaan jauh lebih nyaman.

Temuan ini merupakan bagian dari penelitian yang menganalisis efek perasaan putus asa saat seseorang putus cinta, dengan melihat 210 responden yang baru-baru ini berpisah dengan pasangan mereka, untuk ikut serta dalam sebuah kuesioner mendalam dan sederhana, pengukuran psikofisiologis, dan wawancara.

Studi ini secara khusus melihat reorganisasi SBOBET konsep diri, yakni sebuah proses melihat diri Anda saat berpisah dengan pasangan dan bagaimana sebuah hubungan berjalan.

Para ilmuwan terkejut menemukan bahwa kelompok peserta yang dipaksa untuk memikirkan dan membicarakan perpisahan mereka bisa lebih cepat pulih karena mereka secara psikologis mampu melepaskan seluruh perasaan yang mereka rasakan untuk mantan mereka.

Dari temuan itu, penulis pertama studi tersebut, Dr Grace Larson, mengatakan, proses tersebut terjalin secara psikologis dengan pasangan yang menyakitkan.

“Studi kami memberikan bukti tambahan bahwa perbaikan konsep diri sebenarnya menyebabkan peningkatan dalam perasaan nyaman,” tutupnya.

Promosi Danau Toba, Komunitas Warga Berkumpul di CFD Jakarta

Suara.com – Buat kamu, segera datang ke Car Free Day (CFD) Jakarta, ya! Jangan lupa mampir ke ajang Pesona Danau Toba, karena sejumlah komunitas akan berkumpul. Ajang ini akan diselenggarakan di Park and Ride, Jalan MH Thamrin No.10, Jakarta Pusat, tepatnya samping Sari Pan Pacific Hotel.

CFD Pesona Danau Toba akan digelar Minggu (4/11/2018), mulai jam 07.00 hingga 11.00 WIB. Event ini akan menjadi tempat berkumpulnya para komunitas.

Komunitas yang masuk dalam daftar undangan adalah Komunitas Zumba, Indosweat Camp, Indorunner, Runhood, Backpacker Indonesia, dan Komunitas Food Truck Jakarta.

Ada juga Komunitas Jalan Pendaki, Hits Pemuda Batak, Bintaro Loop, Kompasiana, Kelas Pagi Jakarta, Historia, Komunitas Seni Budaya Batak, Kulinervidgram, dan Backpacker Medan.

Pesona Danau Toba di CFD Jakarta. (Dok: Kemenpar)Pesona Danau Toba di CFD Jakarta. (Dok: Kemenpar)

Menurut Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah Thaib, keterlibatan lintas komunitas dalam kegiatan ini sangat positif.

“Car Free Day Pesona Danau Toba ini kan digelar untuk semakin memperkenalkan Danau Toba. Ini loh destinasi prioritas Indonesia  dan komunitas bisa mengangkat dan memperkenalkannya,” tuturnya, Jumat (2/11/2018).

Hiram berharap, para komunitas bisa mengeksplorasi Danau Toba, mengangkat Danau Toba sesuai minat mereka.

“Makanya komunitas yang kita libatkan sangat beragam. Ada pecinta alam, budaya, komunitas online dan lain-lain. Kita berharap, mereka bisa memperlihatkan kepedulian dengan mengangkat destinasi ini dengan cara mereka,” katanya.

Kepala Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, mengungkapkan hal yang sama.

“Danau Toba memiliki banyak keindahan. Lewat Car Free Day, kita akan memanfaatkan itu. Kita kenalkan ke komunitas seperti apa Danau Toba,” tuturnya.

Destinasi Danau Toba paket lengkap berwisata. Nature, culture, dan kulinernya adalah yang terbaik.

Bila ingin menikmati keindahan Danau Toba dengan sudut terbaik, wisatawan bisa berkunjung ke Menara Pandang Tele. Kombinasi Gunung Pusuk Buhit dan biruanya air danau jadi background foto terbaik.

Wisatawan bisa menikmati Museum Huta Bolon Simanindo. Memiliki nuansa tradisional kuat dengan benteng dan tanaman bambu, kawasan ini dahulu didiami oleh raja.

Hingga kini, Pesta Adat Mangalahat Horbo masih dilestarikan. Wisatawan juga bisa menikmati Tarian Batak Tradisional setiap harinya.

Destinasi lainnya adalah Batu Kursi Siallagan, yang menjadi gambaran hukum adat ditegakan. Di sini, wisatawan juga diberikan simulasi proses eksekusi hukuman mati orang yang dinilai bersalah.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, berharap, Danau Toba terus dipromosikan.

“Sebagai destinasi prioritas, promosi harus terus dilakukan. Kita berharap, Danau Toba bisa menghadirkan lebih banyak wisatawan mancanegara dengan bandara yang sudah standar internasional,” katanya.

LivingLoving, dari Blog Kini Tumbuh Jadi Komunitas Kreatif

Suara.com – Berawal dari keisengannya menulis blog yang diberi nama LivingLoving, Nike Prima dan Miranti Andi Kasim tak pernah menyangka kini tulisannya bisa menginspirasi banyak orang, terutama kaum hawa untuk berkreasi mengisi waktu atau menjadikannya sebagai ladang usaha.

Tak hanya sibuk mengembangkan platform digital, keduanya juga kini aktif memberikan workshop kreatif mulai dari brush lettering, weaving, home living dan masih banyak lagi.

“LivingLoving awalnya di 2013, aku sama partnerku Nike bikin blog. Kebetulan kita nyari referensi rumah, tapi baru ada dari luar (negeri) semua sumbernya. Akhirnya kami bikin livingloving.net fokus untuk penataan rumah. Dan merembet ke bidang kreatif lainnya,” ujar Mira ketika ditemui Suara.com beberapa waktu lalu.

Mira mengatakan komunitas LivingLoving secara tidak langsung terbentuk sejak salah seorang pembacanya pada 2014 mengajak mereka untuk menyusun kopi darat di antara sesama pembaca blog.

Pendiri Komunitas LivingLoving, Nike Prima dan Miranti Andi Kasim. (Foto: Instagram/@livingloving)Pendiri Komunitas LivingLoving, Nike Prima dan Miranti Andi Kasim. (Foto: Instagram/@livingloving)

Dari situlah baik Mira maupun Nike terpikir untuk berbagi ilmu dengan membuat workshop membuat kerajinan tangan seperti menyulam, menulis kaligrafi di atas totebag hingga hal-hal yang bersifat do it yourself (DIY).

“Kebetulan kita senang dengan hal kreatif, tapi kita nggak ada latar belakang pendidikan di bidang seni atau kreatif. Kita berdua jurusan Ilmu Komunikasi, jadi memang kita bisa berkreasi karena otodidak, cari di internet dan akhirnya bisa. Jadi ketika kita kopdar atau bikin workshop kita lebih ke sharing ilmu dan sama-sama belajar,” terang Mira merinci.

Di awal menjalankan blog, Mira dan Nike memang meniatkan untuk meninggalkan pekerjaannya masing-masing sebelumnya. Keputusan tersebut dilakukan agar mereka fokus melakukan hal-hal yang disukai sembari mengurus anak.

Namun dalam perjalanannya, tidak disangka kreativitas yang mereka tuangkan di blog livingloving.net tak hanya sebagai wadah berbagi dan berekspresi, namun justru menjadi pundi-pundi penghasilan baru.

Di Komunitas LivingLoving, tak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga bisa menghasilkan uang. (Suara.com/Firsta Nodia)Di Komunitas LivingLoving, tak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga bisa menghasilkan uang. (Suara.com/Firsta Nodia)

Berbagai tawaran untuk mengisi workshop dan membuat konten kreatif untuk sebuah brand menjadikan LivingLoving.net sebagai platform kreatif besar di Indonesia.

Tak hanya menyasar kaum hawa, Mira mengatakan bahwa sekitar 20 persen penikmat konten LivingLoving juga merupakan lelaki, terutama karena adanya konten seputar renovasi dan dekor rumah.

“Jadi platform kita menang sudah punya 1200 subcsriber alias pembaca setia. Nah, memang sebagian besar perempuan, tapi kalau seputar renovasi rumah ada juga laki-laki yang ikutan,” urainya panjang lebar.

Meski belum sepenuhnya mengikrarkan diri sebagai sebuah komunitas, Mira mengakui bahwa banyak sekali pembaca setia LivingLoving yang mengikuti beberapa workshop yang diadakan LivingLoving. Tak hanya itu beberapa di antaranya juga kini telah mandiri dan sukses membuat usaha kreatifnya.

Komunitas LivingLoving sering menggelar workshop kreatif mulai dari brush lettering, weaving, home living dan masih banyak lagi. (Suara.com/Firsta Nodia)Komunitas LivingLoving sering menggelar workshop kreatif mulai dari brush lettering, weaving, home living dan masih banyak lagi. (Suara.com/Firsta Nodia)

“Sejauh ini kita ngumpulin para pembaca setia kita lewat workshop yang kita adakan. Jadi, misal ada event apa kita blast lewat newsletter. Mungkin ke depan kita akan buat forum khusus di platform. Jadi, para pembaca setia bisa saling sharing juga lewat forum itu,” jelas Mira.

Kini tak terhitung berapa workshop yang sudah diberikan Nike dan Mira lewat LivingLoving. Lewat keberhasilan yang telah mereka raih seperti sekarang, Nike dan Prima ingin membuktikan bahwa ketika menekuni hal-hal yang kita sukai, maka bukan tidak mungkin pundi-pundi rupiah juga akan mengikuti.

“Buat para perempuan yang punya ketertarikan bidang yang sama mungkin bisa mencoba secara otodidak dulu sembari cari potensinya di mana. Bisa juga cari teman dengan minat yang sama, jadi motivasi untuk berkaryanya lebih besar. Dan jangan lupa support dari keluarga penting, kalau didukung suami, dia bisa gantiin kita sementara untuk jaga anak ketika mau ikut workshop atau butuh waktu untuk berkreasi,” jelas Mira.

Nah, untuk Anda yang memiliki ketertarikan di bidang seni atau berkreasi secara ‘do it yourself’ tidak ada salahnya untuk bergabung di Komunitas LivingLoving dan asah potensi Anda, siapa tahu bisa menjadi sumber pundi-pundi tambahan, asyik kan!

Magang Saat Kuliah? Ini 7 Manfaatnya….

Suara.com – Jika kamu masih mahasiswa, maka ini merupakan waktu yang tepat untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Pengalaman tersebut bisa kamu dapat dari dalam kampus maupun di luar kampus.

Jika di dalam kampus, kamu bisa ikut organisasi, dan di luar kampus, kamu bisa ikut program magang. Di program ini, kamu bisa leluasa mencari perusahaan dengan segala bidang kerja.

Sebenarnya apa saja sih, manfaat dari magang bagi kariermu mendatang? Berikut adalah manfaat dari magang untuk memotivasi kamu mencari lowongan magang:

Merasakan Dunia Kerja
The Balance Career menjelaskan bahwa magang, setidaknya membuat kamu mengerti  rasanya berada di dunia kerja, bahkan memperkenalkan kepada dunia yang kamu ingin geluti. Dengan mengenalnya lebih dahulu pada program magang, nantinya, ketika kamu siap bekerja full time, kamu bisa mempertimbangkan apakah ingin fokus di industri tersebut.

Menguasai Keterampilan Baru
Siapa bilang kamu harus magang sesuai jurusan? Ketika magang, kamu dapat mencari perusahaan dan bidang yang berbeda dari yang kamu pelajari di dunia perkuliahan. Dengan begitu, kamu dapat mengenal bidang lain yang belum kamu kenal dan kamu dapat menguasai keterampilan baru yang bisa jadi bekal di karier masa depan.

Mendapat relasi
Saat magang, kamu akan bertemu orang-orang inspiratif yang mungkin akan memberi saran atau pengalaman berharga untuk karier. Relasi yang kamu buat saat magang, dapat kamu gunakan untuk mencari pekerjaan full time di kemudian hari. Atau mungkin, kamu bisa menemukan ide usaha dan menemukan partner di kantor magang itu.

Ada kesempatan untuk full time
Banyak yang tidak tahu bahwa ketika magang, kamu mempunyai kesempatan untuk berganti status menjadi pekerja tetap. Hal itu tergantung pada evaluasi kerja. Jika kamu dinilai bagus, maka kamu akan ditawarkan pekerjaan tetap.

Maka dari itu, jangan menyepelekan pekerjaan magang, karena siapa tahu, itu dapat menjadi batu loncatan untuk sesuatu yang lebih besar. Jika kamu berminat mencari lowongan magang dengan kesempatan bekerja full time, kamu bisa mencoba program The #1 Internship dari Glints, dengan mengunjungi https://numberoneinternship.glints.com/.

Menambah daftar pengalaman di CV
Tentu saja, saat kamu ingin mengirim resume ke perusahaan, kamu tidak ingin membiarkan kolom pengalaman kosong. Maka dari itu, magang penting untuk menambah daftar pengalaman. Jika kamu memiliki pengalaman kerja di resume, maka itu dapat menjadi pertimbangan perusahaan atas skill kamu.

Membantumu menentukan tujuan karier
Jika kamu belum tahu ingin terjun di industri macam apa, magang dapat menjadi awalan yang bagus. Pasalnya, banyak mahasiswa yang merasa tidak cocok dengan jurusannya. Tentunya, kamu tidak ingin bekerja, namun tidak cocok dengan industrinya. Dengan magang, kamu bisa mencoba dan menganalisa kultur kerja dan flow kerja terlebih dahulu. Jika kamu sudah tahu industri yang ingin digeluti, maka akan lebih mudah nantinya untuk melamar kerja tetap.

Mengetahui kelebihan dan kelemahan
Ketika menjalani proses program magang, kamu dapat mengetahui kelemahan dan kelebihanmu. Mungkin kamu akan mengetahui jika kelemahanmu adalah komunikasi, ketika sudah merasakan bekerja dalam tim. Atau kelebihanmu adalah multitasking, karena dapat mengerjakan banyak pekerjaan saat magang. Kedua hal tersebut penting untuk diketahui sebelum mendaftar kerja tetap, agar tahu hal apa yang nantinya harus dikembangkan saat bekerja tetap.

Bagaimana? Sudahkah anda tergerak untuk mencari lowongan magang? Ada banyak lowongan magang yang bisa di cari di internet. Selamat mencari lowongan magang terbaik!

Ayo, Tortor dan Keindahan Danau Toba akan Hadir di Car Free Day!

Suara.com – Siapa yang berani membantah keindahan dan eksotisme Danau Toba? Inilau danau terbesar di Indonesia yang selalu mampu menarik perhatian wisatawan.

Minggu (4/11/2018), pesona Danau Toba bisa dinikmati di Car Free Day (CFD) Jakarta, termasuk Tari Tortor. Menurut Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Kementerian Pariwisata, Don Kardono, kemeriahan bakal tersaji di CFD Jakarta, akhir pekan nanti.

“Pasti seru, karena sejumlah kegiatan akan digelar. Apalagi yang kita bawa Danau Toba. Salah satu destinasi prioritas Indonesia yang memiliki reputasi mendunia,” paparnya, Selasa (30/1/2018).

Salah satu kegiatan yang menurut Don tidak bisa dilewatkan adalah Tortor, tarian tradisional Suku Batak.

Salah satu tarian dari budaya masyarakat Batak. (Dok: Kemenpar)Salah satu tarian dari budaya masyarakat Batak. (Dok: Kemenpar)

“Nah, salah satu bagian paling seru dalam Car Free Day Danau Toba ini adalah Tari Tortor. Tarian ini akan dilakukan secara flashmob. Ini akan menarik,” katanya.

Dahulu Tortor hanya ada dalam kehidupan masyarakat suku Batak yang berada di kawasan Samosir, kawasan Toba, dan sebagian kawasan Humbang. Namun kemudian, budaya ini makin dikenal luas.

Sebelumnya, tarian ini biasa digunakan pada upacara ritual yang dilakukan oleh beberapa patung yang terbuat dari batu yang sudah dimasuki roh, kemudian patung batu tersebut akan ‘menari’.

Sekarang, Tari Tortor menjadi sebuah seni budaya bukan lagi menjadi tarian yang lekat hubungannya dengan dunia roh. Seiring dengan berkembangnya zaman, Tortor merupakan perangkat budaya dalam setiap kehidupan adat suku Batak.

“Siapa pun yang ada di Car Free Day, akan kita ajak untuk mengikuti flashmob Tari Tortor. Keseruan ini akan kita ciptakan bagi siapa saja. Kita mengundang mereka memeriahkan acara ini,” ajak Don.

Namun, tidak hanya Tari Tortor yang akan ditampilkan. Ada agenda budaya lain, seperti Tari Embas Tandok, Tari Marpangir, Lompat Batu dengan Tari Baluse atau Tari Perang.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengaku sangat senang dengan kegiatan ini, sebab semakin memperkenalkan Danau Toba.

“Danau Toba adalah destinasi prioritas di Indonesia. Salah satu andalan untuk menyumbang wisatawan mancanegara. Pesona tersebut yang akan dibawa ke Car Free Day di Jakarta. Jadi jangan sampai lewatkan. CFD Pesona Danau Toba hadir Minggu pagi, pukul 07:00 – 11:00 di Park and Ride, Jalan MH Thamrin No.10, Jakarta Pusat, atau di samping Sari Pan Pacific Hotel. Pastikan kalian kesana,” katanya.

Dilarang Pakai Smartphone di Bar Ini

Suara.com – Sebuah bar koktail di Helsinki, Finlandia, bernama Chihuahua Julep, melarang seluruh pelanggannya menggunakan smartphone di dalam bar dengan alasan ingin mendorong interaksi sosial di dunia nyata.

Awalnya, pemilik Chihuahua Julep hanya meminta pengunjung untuk meletakkan ponsel di dalam tas dengan alasan cahaya layar ponsel dapat merusak suasana bar. Tetapi setelah melihat pelanggan yang mengikuti rekomendasi nampak lebih santai dan lebih terlibat dalam percakapan, ia memutuskan untuk memberlakukan larangan penuh penggunaan smartphone di bar miliknya.

Pemilik bar, Jami Jarvinen, mengatakan bahwa beberapa pelanggan sangat berjuang untuk mengikuti larangan tersebut.

Apalagi orang-orang muda dan orangtua yang sedang mengawasi anak-anak mereka. Tetapi kata Jami, banyak dari pelanggannya benar-benar mampu menggunakan kesempatan untuk “bersantai tanpa suara ping dan dengung ponsel pintar” di dalam bar.

“Senang rasanya melihat bahwa itu adalah keputusan yang tepat. Orang-orang benar-benar membutuhkan momen dalam kehidupan sehari-hari mereka yang sibuk untuk bersantai tanpa perangkat pintar, dan banyak yang tidak akan melakukannya jika kami tidak memutuskan untuk memberlakukan larangan itu,” kata Jami Jarvinen kepada Finlandia Yle.

Ia juga menambahkan bagaimana staf di bar telah menyaksikan banyak momen tak terlupakan dari interaksi manusia berkat kurangnya penggunaan smartphone.

“Banyak orang ingin mengurangi penggunaan ponsel cerdas tetapi tampaknya tidak dapat mengelolanya,” kata Jarvinen lagi.

Di Finlandia, kecanduan smartphone dan media sosial adalah topik yang hangat untuk dibicarakan.

Beberapa ahli di sana mengklaim bahwa sekitar 90 persen warga Finlandia merupakan pengguna smartphone. Karenanya mulai banyak seruan larangan smartphone di sekolah serta membangun sarana terapi untuk mereka yang kecanduan internet.

Yang menarik, Chihuahua Julep bukanlah bar pertama di dunia yang melarang penggunaan smartphone. Beberapa tahun lalu, pemilik The Gin Tub, sebuah pub di Brighton, Inggris, memasang pemberitahuan dan memblokir semua sinyal ponsel. Patut ditiru, nih!

Main Angklung Bareng Turis Jepang? Cuma Ada di Bandung, lho!

Suara.com – Selalu ada alasan untuk mengunjungi Bandung, Jawa Barat. Kota Kembang selalu mampu menyajikan yang dicari wisatawan.

Terbaru, Bandung bersiap menggelar Angklungs Day 2018. Event ini akan dihelat di halaman Gedung Sate, 18 November 2018.

Event besutan KABUMI UPI Bandung ini dijamin seru. Kegiatan ini menjadi bagian peringatan saat angklung dikukuhkan sebagai Kekayaan Budaya Tak Benda oleh UNESCO, dan telah memasuki tahun pelaksanaan yang ke-8.

Selain itu, event ini juga akan diisi dengan pemecahan rekor MURI “Bermain Angklung Bersama dengan Grup Angklung Terbanyak”. Menurut Penasihat kegiatan, Dadang Sunjaya, hingga saat ini telah terdaftar 130 grup yang akan ikut serta.

“Pemecahan rekor ini merupakan bentuk penghargaan untuk peserta, karena seluruh peserta datang dengan sukarela. Ongkos saja mereka sendiri. Mereka datang dari berbagai kota dan provinsi, seperti Subang, Majalengka, Bogor, Karawang, Jakarta, Kalimantan, dan bahkan ada grup dari Hiroshima, Jepang,” ujarnya, Minggu (28/10/2018).

Selain pemecahan rekor MURI SBOBET Indonesia, kemeriahan lain pun tak lupa disuguhkan. Berbagai acara telah dipersiapkan untuk menyemarakkan event ini, seperti bazar, lomba foto Instagram, lomba kostum, hingga penampilan dari berbagai grup Angklung.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, kami dibantu oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui program Pesona Indonesia. Untuk fasilitas yang lain, kami didukung penuh oleh pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Pesona Jawa Barat. Semoga kegiatan rutin tahunan ini bisa dijadikan calender of event oleh pemerintah,” harap Dadang

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Angklungs Day 2018, Dalvin Miftah Fauzan, Angklungs Day kali ini mengambil tema “From Local To Global”. Dengan tema tersebut, diharapkan angklung dapat membawa perdamaian dunia.

Hal ini sesuai dengan cita-cita Bapak Angklung Indonesia, Daeng Soetigna.

“Untuk mewujudkan tema tersebut, kami mengemasnya dalam bentuk memainkan angklung bersama dengan membawakan lagu-lagu daerah secara medley. Selain itu juga beberapa lagu negara lain, dan ditutup dengan lagu Heal the World. Semoga suguhan lagu-lagu melalui permainan angklung secara bersama-sama tersebut membuat pesan dapat tersampaikan,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sumarni mengatakan, event ini merupakan bentuk penguatan atraksi pariwisata yang harus didukung penuh. Apalagi angklung merupakan warisan budaya yang bukan saja milik Indonesia, tetapi juga milik dunia.

“Untuk itu, Kemenpar terus mendukung penguatan pariwisata melalui atraksi-atraksi yang spektakuler seperti ini,” ungkap Sumarni.

Ia juga menambahkan, event ini adalah cara yang tepat untuk menjaga, memelihara, melestarikan dan meregenerasikan angklung, sehingga alat musik ini diharapkan semakin mendunia.

“Angklung’s Day 2018 membuat seluruh para peserta tak lupa terhadap budaya leluhur kita dan tetap menjaga kelestariannya,” ucapnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan. Menurutnya, pengembangan angklung sebagai sebuah atraksi spektakuler akan mendorong perkembangan pariwisata.

“Kalau angklung dikembangkan, maka ekonomi rakyat akan maju. Pariwisata di tempat-tempat pembuatan dan pertunjukan angklung juga akan maju. Di sekitarnya bisa didirikan dan dimanfaatkan sebagai homestay atau rumah warga yang sebagian kamarnya bisa disewakan kepada wisatawan yang ingin melihat, belajar membuat dan bermain angklung” tegas wawan.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, tak meragukan seni tradisi angklung yang yang sudah mendunia. Menurutnya, alat musik ini sarat dengan nilai-nilai budaya.

“Saya percaya, seluruh peserta Angklungs Day adalah seniman. Tinggal financial value-nya yang harus dipoles habis, sehingga akan lebih cepat berlari, karena modal creative value-nya sudah di tangan,” ujarnya.

Menurut Arief, budaya semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Hal itu menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah.

“Laku dijual untuk turis mancanegara,” ujar menpar.

Duo Ganteng Atlet Jetski di Asian Games, Aqsa dan Aero Aswar

Suara.com – Perhelatan Asian Games yang berlangsung pada Agustus-September lalu memang telah usai. Namun beberapa sosok atlet tampaknya masih membekas di hati masyarakat Indonesia, tak hanya karena prestasinya namun juga aura ketampanannya. Salah satunya adalah kakak beradik Aqsa dan Aero Aswar. Medali emas disumbangkan Aqsa Sutan Aswar pada kelas Endurance Runabout Open, sementara perak dan perunggu masing-masing diraih Aero dan Aqsa Sutan Aswar di kelas Runabout Limited.

Dalam sebuah pameran foto yang bertempat di Plaza Indonesia beberapa waktu lalu, baik Aero dan Aqsa mengakui bahwa popularitasnya melonjak usai perhelatan Asian Games 2018.

“Asian games nggak bisa dilupain karena tertegang banget, bawa nama negara dan kita jadi tuan rumah, jadi nggak boleh kalah. Semua publikasi juga tertuju ke kita, jadi ya tegang, sih,” ujar Aero, sang kakak.

Aqsa dan Aero Aswar bersama Jokowi. (Instagram/@aeroaswar)Aqsa dan Aero Aswar bersama Jokowi. (Instagram/@aeroaswar)

Meski nama mereka kini sudah mulai dikenal orang, tapi tampaknya tak banyak yang tahu kalau keduanya merupakan cucu dari Sutan Aswar, salah satu perintis Angkatan Udara Republik Indonesia. Ternyata, baik kakek maupun cucunya sama-sama memiliki visi untuk membuat bangga tanah air, ya.

Tak ingin melambung hanya karena nama besar kakek, baik Aero dan Aqsa memilih menunjukkan prestasinya di bidang jetski. Aqsa, sang adik, mengaku bahwa cabang olahraga ini dikenalnya pertama kali melalui sang ayah, Saiful Sutan Aswar, yang merupakan seorang tokoh penggiat olahraga dan pelatih jetski Indonesia. Bahkan saat ini sang ayah juga menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA).

Aero Aswar kenal jetski sejak kecil. (Instagram/@aeroaswar)Aero Aswar kenal jetski sejak kecil. (Instagram/@aeroaswar)

“Jadi awalnya dari kecil suka diajak ke laut sama papa. Lalu pas usia empat tahun disuruh cobain main jetski. Sebelum itu papa juga sudah kenalin kita ke gokar dan motorcross, tapi kita lebih nyaman di jetski. Dari hobi main jetski, akhirnya papa lihat bakat kita dan coba ajak balapan di luar negeri,” ujar Aqsa.

Selain berhasil membuat bangga Indonesia di ajang Asian Games 2018, kedua kakak beradik ini ternyata aktif mengikuti kejuaraan dunia untuk cabor jetski di berbagai negara. Aero mengatakan sepanjang 2018 ini saja mereka telah mengikuti 16 perlombaan jetksi selain Asian Games, antara lain di Amerika, China, dan Thailand.

Hebatnya lagi, di negeri Paman Sam itu, keduanya berhasil menyabet posisi tiga besar dalam ajang Kejuaraan Dunia Jetski World Finals 2018 yang bertempat di Lake Havasu Arizona, Amerika Serikat pada 7 Oktober. Aqsa menempati posisi kedua di class Endurance Run About Open yang menjadi kelas bergengsi di ajang Kejuaraan Dunia tersebut. Sementara sang kakak Aero, menempati podium ketiga.

“Desember kita akan balapan lagi ke Thailand,” tambah Aqsa.

Dengan seabrek kegiatan perlombaan, bagaimana cara lelaki berusia 23 dan 21 tahun ini mengatur waktu latihan dan menikmati masa mudanya? Aero mengatakan, dalam seminggu, keduanya menggunakan enam hari di antaranya untuk latihan. Praktis, keduanya hanya memiliki satu hari untuk beristirahat penuh atau mengisi waktu dengan bersosialisasi dengan teman-temannya.

Bukan jadwal latihan yang padat, baik Aqsa maupun Aero mengaku tantangan terberat sebagai atlet jetski adalah harus menjaga kondisi tubuh agar tetap fit sepanjang tahun. Untuk itu, mereka selalu menjaga asupan makanannya sehari-hari.

“Makannya kita jaga yang sehat sehat aja. Nggak makan karbo, kalau protein paling dari dada ayam di-grilled. Kalau nggak, ya di-steam atau direbus. Salad juga, sih,” tambah Aqsa.

Nah, karena ketampanan dan prestasi kakak beradik ini, usai Asian Games mereka pun kebanjiran tawaran sebagai model iklan dan pemain film. Namun semuanya ditolak mentah-mentah oleh Aqsa dan Aero. Wah, kenapa?

“Tawaran iklan, sinetron, ada. Tapi nggak diambil. Soalnya kita memang nggak tertarik. Teman-teman juga ada yang nawarin mau main film nggak. Tapi kita males,” ujar Aero.

Aqsa menambahkan, dirinya juga tak tertarik terjun ke dunia hiburan. Menurutnya, menggeluti dunia olahraga jet ski sudah membuat waktu mereka habis untuk latihan. Di samping itu, keduanya memang memiliki bisnis di bidang kuliner hingga IT yang sulit untuk ditinggalkan.

“Kita harus latihan terus. Balapan (jet ski) hampir sebulan sekali, ada juga yang sebulan dua kali. Jadi latihan bisa enam kali seminggu. Harus bener-bener stay fit, jadi sudah nggak ada waktu untuk itu (dunia hiburan),” tutup Aqsa.

Ingin Saksikan Trie Utami, Banyak Wisman Datang ke Mahakam Ulu

Suara.com – Satu lagi jurus maut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sukses menggetarkan crossborder. Setelah ampuh menggaet wisman di Entikong, Aruk, Sanggau, Skouw dan Atambua, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur pun ikut disusupi musik.

Trie Utami, yang tampil hingga menjelang Sabtu (27/10/2018) tengah malam juga ikut sukses membuat Mahakam Ulu dipenuhi lautan manusia.

“Musik itu universal, dan kebetulan, Trie Utami punya basis fans besar di wilayah perbatasan Kalimantan. Dia kami gandeng untuk menghibur masyarakat dan membantu menguatkan akses, atraksi dan amenitas di Mahakam Ulu,” ujarnya, Sabtu (27/10/2018).

Penampilan Trie Utami di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. (Dok: Kemenpar)Penampilan Trie Utami di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. (Dok: Kemenpar)

Lelaki yang sukses membawa Kemenpar sebagai kementerian nomor 1 se-Asia Pasifik itu memang sudah sering membuktikan keampuhan musik di wilayah perbatasan. Di Atambua, Kemenpar sukses mendatangkan ribuan wisman Timor Leste setelah memboyong mantan vokalis band Cokelat, Kikan serta Slank.

Papua juga ikutan ‘bergoyang’ setelah Kemenpar memboyong Steven Jam, sementara di Aruk, Kalimantan Barat, lautan manusia ‘tumpah’ di wilayah perbatasan setelah Kemenpar mendatangkan Linda Moy. Sanggau juga sama.

Lapangan Kompleks Sabang Merah, yang berkapasitas 15 ribu orang penuh sesak didatangi warga Kuching, Serawak, Malaysia, setelah Kemenpar mendatangkan Siti Badriah.

Pada festival lainnya di Batam, hasilnya juga sama. Saat peryaan Hari Ibu di Singapura pada 2016, Hetty Koes Endang yang diboyong Kemenpar dan sukses mendatangkan 635 warga Singapura ke Batam.

Ratusan warga sampai rela menyewa dua kapal feri dan 20 bus hanya untuk menyaksikan pertunjukan musik pelantun lagu Tak Ingin Sendiri itu. Dan kemarin malam, giliran Mahakam Ulu yang disentuh lewat Trie Utami.

Ribuan orang menyemut di Lapangan Lapangan Ujoh Bilang. Tua-muda, laki-laki dan perempuan, semua kompak menyerbu Mahakam Ulu.

“Untuk menciptakan crowd memang perlu bahasa universal. Musik adalah salah satu jawabannya. Kekuatan musik sangat dahsyat. Apalagi yang datang adalah musisi jazz papan atas Indonesia,” ujar Arief.

Hal itu ikut diamini Plt Deputi Plt Deputi Pengembangan Pemasaran I Pariwisata Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani. Saat didampingi Asisten Deputi Regional II Kemenpar, Sumarni, Giri menjelaskan, dipilihnya warna musik jazz merupakan hasil analisa dan survei yang sangat matang.

Penampilan Trie Utami di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. (Dok: Kemenpar)Penampilan Trie Utami di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. (Dok: Kemenpar)

“Mahakam Ulu punya dua keuntungan. Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan hadir di Mahakam Ulu. Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media yang memberitakan musisi-musisi jazz saat tampil di Mahakam Ulu,” terangnya.

“Musik juga bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan pesan, termasuk mentransfer pesan budaya dan promosi pariwisata Mahakam Ulu,” timpal, Sumarni.

Kebetulan, tamu yang diundang cukup punya nama. Trie Utami.

Namanya cukup populer dan disegani di Indonesia sampai saat ini. Ia memenangkan berbegai event, mulai dari Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors, hingga menjadi bagian grup band Krakatau, semua pernah dilakoni Trie.

Hasilnya?

Selama 1 jam Mahakam Ulu terdiam. Ribuan masyarakat terliaht enjoy dihibur perempuan berdarah Jawa-Sunda itu.

“Banyak yang main jazz sekarang. Itu bagus banget. Jazz seksi dan sekarang sudah mulai jadi gaya hidup,” kata Trie Utami.

Iai menilai, keanekaragaman budaya dari masing-masing daerah di Indonesia sepatutnya memiliki potensi untuk mengembangkan budaya tersendiri dari sisi musik.

“Potensi mendatangkan wisatawan lewat musik sangat besar. Di Mahakam Ulu ini misalnya. Ada gitar ala Kalimantan yang bernama Sapeq. Ternyata saat dikolaborasikan dengan jazz hasilnya bagus banget. Jenis kesenian seperti ini yang bisa mengangkat potensi daerah di Indonesia,” paparnya.

Kabid Pemasaran Area III Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sapto Haryono, yang datang ke tengah acara juga punya tone senada. Atmosfer kehidupan masyarakat desa yang hommy, kaya dengan sentuhan budaya, panorama alam yang eksotis, dan nuansa kekeluargaan yang belum tentu bisa ditemukan di negara lain dan menjadi magnet tinggi bagi Mahakam Ulu.

“Dijamin seru. Silakan datang ke Mahakam Ulu,” ujarnya.

Kebetulan menghidupkan daerah terluar, memajukan ekonomi di daerah tertinggal, merupakan bagian dari misi Presiden Joko Widodo. Spiritnya sejalan dengan program crossborder Kementerian Pariwisata.

“Semakin ramai dengan kegiatan, maka kegiatan ekonomi di kawasan itu juga akan semakin hidup. Jangan lupa berkolaborasi. Harmoni dan sinergi adalah kunci sukses kita. academician, business, community, government dan media, semuanya harus dilibatkan. Kata kuncinya, Indonesia Incorporated,” kata lelaki berkacamata itu. 

6 Destinasi Wisata yang Wajib Dieksplore di Australia Barat

Suara.com – Keindahan pemandangan Australia Barat yang beragam, jelajah melalui perjalanan darat dengan mobil dalam kurun sepekan, rute perjalanan darat tersebut akan membawa wisatawan ke beberapa garis pantai yang sulit dijamah, lokasi yang bersih, dan panorama jurang serta pedalaman yang spektakuler.

Berdasarkan penelitian permintaan konsumen Tourism Western Australia pada 2017, wisatawan Indonesia menyukai pengalaman Australia yang menampilkan elemen perairan dan pesisir, serta alam dan satwa liar.  Berikut rekomendasi destinasi-destinasi yang memikat dan mudah untuk diakses dari Perth melalui jalan darat.

Rockingham

Rockingham.(Doc: Western Australia)Rockingham.(Doc: Tourism Western Australia )

Berkendara 40 menit ke selatan Perth akan membawa Anda ke pulau-pulau yang belum terjamah dan terumbu karang di Shoalwater Islands Marine Park.

Anda dapat menjumpai titik pertemuan ekosistem laut yang mengesankan, mulai dari penguin dan lumba-lumba hingga bangkai kapal selam dan jalur snorkeling.

Tur yang ada di Rockingham memberikan kesempatan terbaik untuk berenang bersama kawanan lumba-lumba yang kerap melewati perairan pesisir ini.

Jika Anda menghindari aktivitas air, Anda dapat menyaksikan makhluk-makhluk lucu ini dari tur perahu saat mereka melewati busur di bawah kaki Anda. Selain itu, hanya dengan menambah perjalanan feri singkat, Anda dapat melihat dari dekat 1.200 penguin yang ada di Penguin Island, sebagai koloni terbesar di pantai barat Australia.

Mandurah. (Doc: Australia Western)Mandurah. (Doc: Tourism Western Australia )

Bagi Anda yang menyukai kawasan perairan, Mandurah adalah destinasi ideal yang dapat ditempuh dengan 55 menit perjalanan darat ke selatan Perth. Dengan sejarah panjang sebagai pusat seafood Australia Barat, Anda dapat menikmati beragam hidangan seafood yang menggiurkan.

Pemandu yang berpengalaman di Mandurah Cruises tahu persis lokasi untuk menemukan makanan lezat terbaik di wilayah ini, di mana Anda dapat menangkap kepiting blue swimmer yang terkenal di dunia, udang karang, ikan dhufish khas Australia Barat, ikan kakap, dan ikan groper.

Fremantle

Fremantle. (Doc: Tourism Western Australia)Fremantle. (Doc: Tourism Western Australia)

Berlatar belakang jalan raya pelabuhan dengan restorasi terbaik dari abad ke-19, sehari di Fremantle menghidupkan perpaduan eklektik dan eksentrik dari makanan artisanal yang istimewa, bir rumahan, kopi terbaik, butik unik dan musik, serta komunitas seni dan festival.

Kunjungi pabrik bir Little Creatures, atau jelajahi salah satu pojok restoran dan bar tersembunyi di ujung barat. Gemerlap kota Fremantle dapat dijangkau dengan 30 menit berkendara dari pusat Perth.

The Pinnacles

 Pinnacles. (Doc: Tourism Western Australia)Pinnacles. (Doc: Tourism Western Australia)

Telusuri perjalanan sehari dari Perth untuk menikmati pesona Pinnacles di Nambung National Park. Sepanjang perjalanan di Indian Ocean Drive, Anda dapat berhenti untuk bertemu kanguru yang ramah, mencoba sandboarding di kota pesisir Lancelin, serta mencicipi kelezatan hidangan laut Cervantes yang terkenal, lobster western rock.

Jika Anda bepergian di antara Juli dan Oktober, Anda dapat menikmati warna-warni Australia Barat dengan lanskap pantai yang dipenuhi hamparan bunga liar musim semi yang bermekaran. Nambung National Park berjarak tempuh 2,5 jam ke utara dengan berkendara dari pusat Perth.

Swan Valley & Perth Hills

Swan Valley. (Doc: Tourism Western Australia) Swan Valley. (Doc: Tourism Western Australia)

Dengan hanya 25 menit berkendara dari Perth, Anda akan menemukan hamparan kebun anggur tertua di Australia Barat, serta winery dan pabrik bir pemenang penghargaan di wilayah Swan Valley.

Banyak winery menawarkan hidangan al fresco, atau Anda dapat berbelanja makanan gourmet untuk piknik. Ketika mengunjungi Swan Valley, jangan lewatkan penyedia hidangan gourmet yang tak terhingga jumlahnya di kawasan ini, kerajinan tangan, penyulingan, dan studio seni yang semarak.

Telusuri perjalanan lebih jauh dari Swan Valley ke Perth Hills untuk mengunjungi kota-kota Kalamunda dan Armadale, gerbang ke Araluen Botanical Park, Bickley Valley winery, dan jalur Bibbulmun Track.

Margaret River

Margaret River. (Doc: ourism Western Australia)Margaret River. (Doc: ourism Western Australia)

Memiliki predikat sebagai pusat makanan dan anggur kelas dunia di mana Anda dapat memilih lebih dari 150 winery, restoran mewah, tempat penyulingan bir, galeri seni dan toko produk segar, Margaret River menawarkan pantai yang tidak terjamah, kesempatan berselancar, hutan dengan pepohonantinggi, gua, serta wisata menonton paus dan bunga liar musiman.

Lakukan pendakian di Cape to CapeTrack, piknik di bawah Boranup Forest yang menjulang tinggi, eksplor ke bawah tanah untuk menemukan gua labirin, dan mencicipi produk-produk rumahan yang lezat di Farmers Market setempat.

Wilayah Margaret River juga merupakan rumah bagi dermaga kayu tumpuk terpanjang di belahan bumi selatan, Dermaga Busselton, yang mengantarkan pengunjung 1,8 kilometer ke arah laut. Susuri atau tumpangi kereta listrik di atas perairan Geographe Bay ke Underwater Observatory.

Semua objek wisata  yang beragam ini wajib dijelajahi saat Anda berkunjung ke Australia Barat.

Deretan Bintang yang Sepanggung dengan Menteri Susi di JFW 2019

Suara.com – Peragaaan busana desainer senior Anne Avantie di gelaran Jakarta Fashion Week atau JFW 2019 pada Selasa (23/10) lalu menjadi soroton Nasional karena didukung oleh Menteri Susi Pudjiastuti yang menjelma sebagai ‘model dadakan’. Tapi selain Menteri Susi, banyak sosok publik figur lain yang ikut serta dalam peragaan tersebut.

Sebut saja Maia Estianty, Tantri Kotak, Surya Saputra, Kimmi Jayanti, Rayi RAN, hingga Marion Jola. Mereka semua membawakan deretan koleksi couture dari Anne Avantie yang bernuansa etnik, yang terbuat dari kain tenun Palu, kota yang baru saja terkena bencana gempa dan tsunami.

“Hati saya tersentuh untuk melakukan sesuatu bagi sesama yang saat ini tertimpa bencana. Lewat karya ini, saya suarakan kepedulian yang sangat menyentuh dan ‘Badai Pasti Berlalu’ menjadi ungkapan rasa peduli kami semua sebagai manusia,” terang Anne sebelum show dimulai.

Pada koleksi tersebut, Anne menonjolkan keindahan tenun Indonesia dan memadukannya dengan brokat, manik-manik, bordir, dan teknik sulam.

Kata Anne, sulam merupakan simbol harapan baru karena manusia yang sedang berduka harus kembali menyulam kehidupan baru mereka.

Karya busana tenun Palu dari Anne banyak diaplikasikan sebagai outer berukuran besar dan bawahan dengan warna-warna dominan seperti coklat, hitam, biru, dan merah.

Bikin Nagih, Mangut Lele Mbah Marto Pedasnya Menyengat Lidah

Suara.com – Pagi hari tim Guideku.com membelah jalanan Yogyakarta demi mencoba kuliner mangut lele terenak di Yogyakarta.  

Menyisir perjalanan ke sana, kami membelah ring road selatan, melewati jalur lurus, melintasi perpustakaan dan rektorat Institut Seni Indonesia, jauh ke dalam hingga menemukan ujung jalan yang terbelah dua.

BACA JUGA: 4 Olahan Kopi Terunik, dari Jadi Sambal hingga Saus Iga Bakar

Dari arah utara, kami kemudian memilih jalan ke arah kanan. Lantas tak jauh dari jalan masuk, kami menanyakan rute menuju kediaman Mbah Marto pada seorang warga setempat.

Mangut Lele Mbah Marto nan legendaris itu memang dijual di kediaman Mbah Marto sendiri, di tempat ia hidup, menghabiskan waktu bersama anak dan cucunya. Bahkan konon, kita dapat memilih varian makanan langsung di dapurnya.

BACA JUGA: Video Kue Bisa Keluarin Uang Beneran, Nggak Perlu Amplop Lagi

Dari masjid, kami menyisir jalan sedikit ke arah barat, mentok lalu berbelok ke arah kiri, hingga menemukan gang pertama di sebelah kanan. Dari luar gang, tulisan Mangut Lele Gudeg terpampang begitu jelas. Tepat di sebelah warung tersebut, Mangut Lele Mbah Marto berada dengan plang berwarna hijau tua nan fotogenik.

Begitu kami memarkir motor di area depan warung, seorang pria yang belakangan kami tahu merupakan cucu Mbah Marto, mempersilahkan kami secara langsung memasuki area pawon (dapur) untuk mengambil makanan.

Yuk ikuti perjalanan wisata kuliner Guideku.com di Mangut Lele Mbah Marto!

Ini Jadwal Puncak Mekarnya Bunga Sakura di Jepang, Biar Tidak Kecele

Suara.com – Bunga sakura di Jepang tentu menjadi salah satu daya tarik wisata di Jepang. Banyak turis liburan di Jepang untuk menikmati keindahan bunga sakura. Nah agar Anda tidak kecele, berikut ada jadwal bunga sakura mekar di Jepang.

Bunga-bunga ini bermekaran, menyisir dari kawasan beriklim hangat, di daerah Tokyo hingga Kanto, lantas berlanjut ke daerah Tohoku hingga Hokaido.

BACA JUGA: 8 Hotel Murah di Bali Instagramable, Nggak Nyampe 700 Ribu Genks

Setiap tahun, bunga-bunga Sakura bermekaran bergantung iklimnya. 

Bagi biro travel, waktu prakiraan mekarnya bunga sakura begitu penting sebab tak sedikit biro travel yang menawarkan paket wisata menikmati bunga sakura yang tengah bersemi.

Di Jepang, aktivitas menikmati indahnya bunga sakura nan bermekaran sembari bervakansi bersama orang-orang terkasih ini disebut sebagai hanami.

BACA JUGA: 10 Life Hack Makanan, Kocak tapi Jenius Juga Sih Idenya

Kehadirannya saban beberapa bulan dalam setahun pun begitu penting, sebab momen ini dimanfaatkan banyak orang untuk memadu kasih dengan lanskap alam nan romantis.

Agensi perjalanan sadar betul hal itu, tak heran mencatat jadwal puncak mekarnya sakura merupakan hal yang begitu krusial bagi orang-orang yang menjalankan bisnis wisata.

Mau tahu kapan jadwal bunga sakura mekar di Jepang untuk akhir tahun 2018 ini?

Top 3 Berita Wisata Hari Ini : Rahasia di Balik Iklan Makanan

Suara.com – Berita wisata populer hari ini datang dari berbagai peristiwa. Mulai dari lukisan jalanan kota yang tampak nyata sampai rahasia di balik iklan makanan yang selalu terlihat menggoda.

Berikut kumpulan top 3 berita wisata hari ini!

Seni jalanan atau street art memang bisa menjadi alternatif hiburan ketika sedang jalan-jalan santai. Bukan hanya enak dipandang, lukisan-lukisan ini juga bisa menjadi tempat foto unik yang instagrammable.

Lantas bagaimana dengan street painting tiga dimensi yang dibuat oleh seniman bernama Leon Keer ini?

Tidak hanya menjadi spot foto unik, bisa-bisa Anda malah terjungkal kaget saat tak sengaja menemui hasil karyanya di jalanan.

Mau tahu seperti apa lukisan jalanan karya Leon Keer ini?

Baca selengkapnya

Terdapat berbagai alasan di balik pesawat delay.

Mulai dari permasalahan teknis, keamanan, sampai hal-hal seperti tisu toilet habis dan penemuan tikus di dalam pesawat.

Meski begitu, setidaknya alasan-alasan di atas masih bisa dibilang masuk akal serta dapat dimaklumi. Namun, beda halnya dengan apa yang terjadi di maskapai Thai Airways ini.

Bagaimana tidak, maskapai milik Thailand yang satu ini mengalami insiden pesawat delay akibat…

Baca selengkapnya

Siapa yang pernah protes karena makanan yang kamu beli terlihat tak sesuai seperti iklan?

Rasa-rasanya, hal ini adalah perkara yang wajar terutama untuk makanan seperti burger atau soda.

Namun, sebelum Anda menyalahkan pihak produsen makanan dengan tuduhan membuat iklan palsu, Anda harus tahu kalau proses produksi iklan makanan ternyata tak semudah yang Anda bayangkan.

Penasaran mengapa makanan di iklan-iklan terlihat sangat menggoda?

Penasaran, Ayushita Hadir di Peluncuran Pasar Botani, Sumbawa

Suara.com – Inovasi terus dihadirkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa. Terbaru, GenPI Lombok Sumbawa meluncurkan destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018).

Seolah mengulang sukses Pasar Pancingan, peluncuran ini pun berlangsung sukses. Beragam keseruan terjadi di pasar yang dibuka sejak pukul 16.00 WITA itu, mulai dari kunjungan spesial artis Ayushita, hingga hebohnya pengunjung menikmati berbagai spot serta kuliner keren Pasar Botani.

“Tempatnya asyik, bikin happy. Seru pokoknya. Ini merupakan ide yang sangat unik. Kekinian banget, pas untuk anak muda. Apalagi Pasar Botani memadukan keindahan alam dengan kreativitas anak muda milenial plus tradisi kuliner lokal. Saya lihat juga, Pasar Botani sangat cocok untuk liburan bersama keluarga,” ujar Ayushita.

Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)

Pemain film Suatu Hari Nanti ini juga mengaku, sejak awal penasaran dengan Pasar Botani. Pasalnya banyak foto-foto bunga matahari cantik berseliweran di sosial media yang berasal dari pasar ini.

Ia juga mengaku tertarik dengan beragam kuliner yang dijajakan di destinasi digital ini.

“Iya unik foto-fotonya. Foto-foto kulinernya juga begitu menggoda. Makanya begitu launching, saya langsung meluncur,” ungkapnya.

Kehadiran Ayushita yang begitu antusias datang di peluncuran Pasar Botani membuat Juragan Pasar Botani, Joko Lukito, sumringah. Kerja keras seluruh tim membuahkan hasil maksimal.

Bukan saja atraksinya, tetapi juga segi penyajian kulinernya. Seperti halnya di Pasar Pancingan, kuliner yang disediakan adalah hasil karya ibu-ibu di sekitar pasar.

“Mereka sudah melewati berbagai macam pelatihan dan arahan yang kita buat, sehingga dari segi rasa serta estetika, benar-benar sesuai dengan konsep Pasar. Pengunjung selain menikmati rasa, juga menikmati rupa,” ujar Joko.

Ia menambahkan, Pasar Botani memang dihadirkan untuk memehuni kebutuhan generasi zaman now. Semuanya dikonsep maksimal, sehingga sangat Instagramable.

Selain itu, kuliner di pasar ini juga disajikan dengan harga terjangkau. Destinasi ini pun sangat ramah anak, jadi semua kalangan, semua usia bisa menikmati Pasar Botani.

“Selain menawarkan atraksi wisata, Pasar Botani juga memiliki misi untuk memberikan edukasi kepada pengunjung tentang botanical knowledge. Pengunjung dapat mengenal bunga-bunga dan buah lokal. Mereka pun dapat mengena cara merawatnya,” ujarnya lagi.

Pasar Botani memang luar biasa. Di pasar ini terdapat lebih kurang 20 jenis bunga dan berbagai jenis buah-buahan lokal.

Ada bunga Million Gold, Calendula, Chrysanthemum, Anyelir, Nasturtium, Pansy, Mawar dan juga Anggrek. Ada pula bunga Matahari, Lavender, Angelo Nia, Angustifolia, Anggrek, Air Mata Pengantin, Marigold, Hibiscus (kembang sepatu), Cactus, Alamanda, Morning Glory, Cosmos, dan Thunbergia.

Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)

“Di sini ada juga berbagai jenis durian Raja istimewa khas NTB, seperti durian Tong Medaye, Si Payuk, Si Lakem, Gula Gaet, Si Gundul dan berbagai jenis Buah Lengkeng, Jambu Crystal, serta Anggur Brazil Jaboticaba,” terang Joko.

Di tempat terpisah, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono mengatakan, GenPI harus mampu menghadirkan destinasi digital dengan standar yang tinggi, sehingga mampu bersaing dengan destinasi lainnya.

“Kita sejak awal sudah optimistis, pasar-pasar ini akan cepat berkembang. Destinasi digital ini memberikan dua keuntungan, yaitu offline dan online. Offline-nya ya pasar yang digelar tiap minggu yang selalu ramai. Online-nya, anak-anak GenPI sangat gencar dalam bermedia sosial. Bisa menciptakan 3-4 trending topic tiap minggunya,” jelas Don Kardono.

Ia menjelaskan, destinasi digital, atau yang kerap dikenal pasar zaman now ini memiliki positioning, differentiation dan branding.

Positioning-nya, yaitu esteem economy. Generasi milenial butuh pengakuan dan media sosial. Differentiation-nya Instagrammable dan digitalable photogenic, sementara branding-nya, menjadi destinasi zaman now.

“Kids zaman now, 70 persen eksis di dunia maya, dunia digital. Media pun sebagai channel menuju ke sana. Pariwisata kita pun makin kreatif, makin Instagramable, memikirkan objek gambar, agar kalau difoto, layak diposting di medsos, dan banyak likes, comments, banyak repost, share, dan interaksi positif,” tuturnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menegaskan, pasar digital harus mandiri. Mereka harus bisa menghidupi dirinya sendiri dari kreativitasnya.

“Contohnya seperti Pasar Pancingan atau Pasar Karetan. Mereka sudah bagus, bahkan bisa merambah industri. Mereka semakin mandiri, mampu meyakinkan pasar, hingga ada sponsor yang bergabung. Soal durasi waktu kerjasama, itu nomor sekian. Yang penting mereka mampu memberi keyakinan kepada publik soal brand yang dimilikinya. Ini harus di contoh Pasar Botani,” katanya.